Stok Tersisa 300 Unit, Honda Jazz Tak Lagi Diproduksi?

by

EKONOMIPOS.COM – Honda Jazz resmi disetop produksinya di Indonesia. Posisi Jazz bakal digantikan Honda City Hatchback RS yang baru diluncurkan kemarin (3/3).

Honda Indonesia pun menyarankan kepada calon konsumen agar bergegas memesan unit Jazz tersisa karena jumlahnya yang terbatas.

Dijelaskan Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy, stok Honda Jazz yang tersedia saat ini hanya berkisar ratusan unit dan semuanya sudah dikirim ke jaringan dealer Honda.

“Ya sekarang kami sudah tidak produksi (Jazz) lagi di Indonesia. Jadi delivery Honda Jazz terakhir ke market itu bulan (Februari) lalu, sepertinya kalau lihat stoknya masih ada sekitar 300 unit di dealer kami. Itu kalau pencinta Jazz buru-buru saja diorder,” kata Billy, dalam konferensi virtual, seperti dilansir detikcom, Kamis 4 Maret 2021.

Menurut Billy, Honda City Hatchback RS bisa menjadi pengganti sepadan bagi Jazz lantaran sama-sama memiliki konsep yang sporty. “Jadi karakter sporty, desain yang sporty serta performa engine yang baik itu melekat sekali di segmen hatchback ini. Karakter dari City Hatchback itu sama dengan Jazz yang sporty desainnya, performa mesin baik, bahkan lebih bagus dan lebih baik dari sisi value for money-nya,” jelas Billy.

Jika melihat di situs resmi Honda Indonesia, Honda Jazz masih dijual dalam 4 varian dan harga. Tipe M/T harganya Rp 255 juta, tipe CVT Rp 265 juta, tipe RS M/T Rp 288 juta, dan tipe RS CVT harganya Rp 298,5 juta.

Kendati Honda Jazz setop produksi, HPM menjamin layanan purnajual tetap tersedia untuk seluruh Honda Jazz yang telah dipasarkan di Indonesia. Jadi konsumen maupun calon konsumen Honda Jazz tidak perlu khawatir perihal layanan aftersales.

Menariknya, HPM juga tidak menutup kemungkinan jika Honda Jazz nantinya akan diproduksi dan dijual lagi di Indonesia, seandainya market di Indonesia menginginkan.

“Untuk saat ini kami memang tidak memproduksi lagi Honda Jazz di Indonesia. Namun kami terus mempelajari kebutuhan konsumen, sehingga tidak menutup kemungkinan untuk kembali memasarkan model (Jazz) ini lagi jika memang ada pasarnya dan kebutuhan dari konsumen,” ungkap Billy. (mg1/detikcom)