Ekonomipos.com, Jakarta – Persediaan minyak di Indonesia diperkirakan tidak akan bertahan lebih dari 11 tahun. Hal ini akan terjadi jika laju produksi minyak Indonesia terus berada pada kisaran 800 ribu barel per hari (bph).
Sekretaris SKK Migas Gde Pradyana mengatakan, masyarakat seharusnya sadar Indonesia kini tidak lagi kaya akan sumber daya energi fosilnya
“Kita tidak sekaya yang kita bayangkan. Kita dihadapkan pada satu pilihan, di mana harus mengurangi energi fosil,” ujarnya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (23/4/2015).
Lebihlanjut dia menjelaskan, saat ini Indonesia hanya memiliki cadangan minyak sebesar 3,7 miliar barel atauu berada diurutan ke 27.
“Ini bakal terealisasi kalau pemakaian minyak di Indonesia konstan sebesar 800 ribu barel per hari,” tandas dia.
Sebelumnya, mantan Wakil Kepala SKK Migas Abdul Muin menuturkan, cadangan minyak dan gas (migas) di Indonesia saat ini berada dalam kondisi krisis. Jumlah cadangan energi Indonesia hanya 0,6 persen dari seluruh cadangan dunia
“Ironinya, Indonesia masih menjadi eksportir minyak tertinggi di dunia,” ujar Muin.
Ia mengatakan kondisi krisis ini luput dari kesadaran masyarakat yang tenggelam dalam kenikmatan meraup laba besar dari hasil eksploitasi migas. Dalam hal ini, jika krisis dibiarkan terjadi, maka dampak buruknya akan menyentuh aspek ketahanan negara, yaitu sektor politik dan sosial.
(Dny/Ndw/Liputan6.com)