Perlu Solusi Pengemasan Dan Desain Produk UMKM

by -568 views

EKONOMIPOS.COM (EPC), BANDUNG—Kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dinilai masih memiliki persoalan di bidang pengemasan dan desain untuk produknya bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi, padahal secara kualitas produknya dapat bersaing hingga ke pasar mancanegara.

Atas dasar itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung menyiapkan pendirian rumah kemasan dan desain yang diperuntukkan khusus bagi pelaku usaha mikri, kecil, menengah (UMKM) di Kota Kembang.

Ketua Kadin Kota Bandung Iwa Gartiwa mengatakan pihaknya memiliki perhatian untuk mempersiapkan pengusaha mulai skala kecil agar berdaya saing. Upaya tersebut direncanakan akan turut digarap bersama Wali Kota Bandung.

“Rencananya tinggal tunggu waktu karena saat ini masih mencari lahan. Produk kita bagus-bagus tetapi kalau kemasannya jelek-jelek, kan tidak bagus juga. Kemasan dan desain itu menentukan harga,” katanya seperti dikutip Bisnis, Rabu (31/8).

Kadin Kota Bandung, dengan jajaran pengurus yang belum lama ini dikukuhkan, mempersiapkan sejumlah program untuk mengembangkan pelaku UMKM dengan bersinergi bersama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Di samping mendirikan fasilitas pengemasan dan desan untuk produk UMKM, Iwa menyatakan pihaknya akan membenahi database pengusaha dari berbagai skala usaha yang selama ini belum rinci dan komprehensif untuk dijadikan alat ukur keberhasilan pengembangan pelaku UMKM.

Apalagi, Pemkot Bandung telah menggulirkan program Little Bandung, yakni berupa spot atau tempat khusus yang memamerkan budaya serta produk-produk khas Bandung di sejumlah kota di tingkat regional Asean dan juga dunia.

Menurut Iwa, dengan sasaran produk UMKM bisa dilirik pasar mancanegara, kemasan dan desain menjadi hal yang harus ditingkatkan. Selain itu, guna menopang program tersebut, Kadin Kota Bandung pun memandang database sebagai hal penting.

“Ke depan Little Bandung ini dikoordinasikan dengan Kadin Bandung. Kita perlu database, kita perlu pengusaha yang dipersiapkan, dan jangan sampai pengusaha kita keluar melalui Little Bandung ini sementara produk kita tidak siap,” tuturnya

Sekitar 50% produk Bandung dan 50% produk khas daerah-daerah yang ada di Indonesia juga akan disediakan di tempat tersebut, lengkap dengan galeri yang berisikan karya dari Bandung dan daerah lain di Indonesia.

Dari segi ekonomi, Little Bandung memang diharapkan dapat menjadi langkah mengenalkan produk-produk lokal di luar negeri, serta memperkuat promosi Bandung sebagai kota pariwisata ke mancanegara.

 

 

(Bisnis)

No More Posts Available.

No more pages to load.