Pindah Terminal, Sriwijaya Air Bidik Load Factor 91%

by

EKONOMIPOS.COM (EPC),JAKARTA—Maskapai milik keluarga Chandra Lie, Sriwijaya Air menargetkan rata-rata tingkat keterisian pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng mencapai 91% dari sebelumnya 87%, seiring dengan perpindahan layanan penerbangan ke Terminal 2F.

Direktur Komersial Sriwijaya Air Toto Nursatyo mengatakan layanan Sriwijaya Air di Terminal 2F akan dilakukan mulai 20 Agustus 2016. Dia optimistis penumpang Sriwijaya Air akan tumbuh jauh lebih banyak ke depannya. “Fasilitas Terminal 2F kan lebih baik dari terminal kami sebelumnya, misalnya dari passenger area, aksesbilitas, dan lainnya. Tentunya, dengan level of service yang meningkat, jumlah penumpang juga bakal tumbuh,” katanya di Jakarta, Rabu (17/08).

Toto juga meyakini perpindahan layanan Sriwijaya Air dari Terminal 1B ke Terminal 2F tersebut akan berjalan lancar mengingat fasilitas yang ada sudah cukup lengkap, dan akan berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura II, selaku operator bandara.

Kendati demikian, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada penumpang yang tidak mengetahui perpindahan terminal tersebut. Oleh karena itu, Sriwijaya Air memberikan kelonggaran kepada penumpang selama tiga pekan pertama. “Kami akan jamin, rebooking atau segala macam lainnya itu nocharge. Penumpang tidak perlu takut kalau misalnya tertinggal pesawat, tetap akan kami angkut pada penerbangan berikutnya, dan tidak ada biaya tambahan,” tuturnya.

Saat ini, jumlah penerbangan Sriwijaya Air dari Soekarno-Hatta sebanyak 65 penerbangan, atau mengangkut sekitar 9.000 penumpang/hari. Adapun, total pergerakan pesawat rute domestik Sriwijaya Air tahun lalu mencapai 57.071 penerbangan.

Sementara itu, Wakil Direktur Komersial Sriwijaya Air Hasudungan Pandingan mengatakan selain Sriwijaya Air, NAM Air—maskapai lainnya yang tergabung dalam Sriwijaya Air Group—juga akan pindah ke Terminal 2F. “Meski waktu persiapan itu sekitar 11 hari, mulai dari 9 Agustus kemarin, persiapan perpindahan Sriwijaya Air dan NAM Air sudah matang, dan costumer service, check in area, ruang tunggu itu juga sudah terkoneksi dengan sistem tiketing kami,” ujarnya.

Hasudungan juga mengapresiasi atas dukungan Angkasa Pura II selama ini, terutama dalam menyediakan ruangan-ruangan yang wajib dimiliki oleh maskapai dalam menjalankan operasional, termasuk ruang perkantoran.

Dia menambahkan bahwa Sriwijaya Air Group juga akan melakukan simulasi layanan jasa angkutan udara pada 18 Agustus 2016. Hal ini penting dilakukan untuk melihat sejauh mana persiapan yang telah dilakukan Sriwijaya Air Group selama ini.

 

(Bisnis)