Kalog Segera Rampungkan Uji Coba KA Barang Sei Mangke-Belawan

by
Masinis menaiki lokomotif kereta api kontainer pada peresmian angkutan peti kemas menggunakan kereta tersebut di Terminal Peti Kemas, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/4). Dengan dibukanya kembali angkutan KA kontainer dengan jalur Surabaya-Jakarta itu diharapkan dapat memperlancar arus petikemas dan dapat bersinergi dengan konsep tol laut seperti yang digagas Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/Rei/Spt/15.

EKONOMIPOS.COM (EPC),JAKARTA – PT Kereta Api Logistik akan segera merampungkan persiapan uji coba kereta api barang Sei Mangkei-Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.

Vice President Kontainer PT Kereta Api Logistik (Kalog) Ruhara Agus Mulyono mengatakan, pihaknya saat ini akan mematangkan legal formal dan pola operasi KA barang rute Sei Mangkei-Pelabuhan Belawan sebelum melakukan uji coba pada pertengahan bulan ini.

“ Sudah ada titik terang. Setidaknya para pihak sudah sepakat untuk menjalankan misi nasional yakni membuat dry port sebanyak mungkin,” kata Ruhara, Jakarta, Kamis (13/10/2016).

KA Barang dari Sei Mangkei ke Pelabuhan Belawan, dia menuturkan, dapat memberikan pilihan moda transportasi yang lebih bervariasi bagi para pemilik barang untuk memindahkan barang miliknya dari dan ke Pelabuhan Belawan.

Tidak hanya itu, beroperasinya KA barang rute Sei Mangkei-Pelabuhan Belawan juga dapat mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di jalan raya.

Terkait dengan pengoperasian KA barang rute Sei Mangkei-Pelabuhan Belawan, dia mengungkapkan, perusahaan menghadapi beberapa tantangan, yakni menetapkan tarif dan memenuhi volume minimum.

KA barang rute Sei Mangkei-Pelabuhan Belawan, paparnya, harus memenuhi volume minimum agar pihak-pihak yang terlibat dalam rencana pengoperasiannya dapat mengambil manfaat secara maksimal. “Jangan ada yang dirugikan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Sumatra Utara Hendra Kusuma mengatakan pihaknya mendukung adanya angkutan barang dengan kereta api. Hanya saja, paparnya angkutan barang tersebut harus masuk ke dalam pelabuhan.

Dia menuturkan perusahaan pengguna jasa kereta api akan mengeluarkan biaya tambahan jika kereta barang tidak masuk dalam pelabuhan. Menurutnya, perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk handling dan jasa truk jika tidak sampai sea way.

Biaya angkut barang antara truk dengan kereta api nantinya tidak akan jauh berbeda jika kereta api tidak masuk ke pelabuhan Belawan. Menurutnya, para pengguna jasa harus mengeluarkan biaya sekitar Rp700.000 untuk menaik-turunkan barang.

Dia mengungkapkan biaya angkut kontainer dengan jalur darat ukuran 1×20 feet dari Sei Mangkei ke Belawan sebesar Rp3,5 juta. Biaya tersebut, paparnya, sudah termasuk pengambilan kontainer kosong ke depo.

Terkait dengan besaran perbedaan biaya antara kereta api dan truk, dia belum mengetahuinya karena tarif angkutan barang dengan kereta api juga belum dapat diketahui.

Selain membuat biaya bertambah, dia mengungkapkan, pemberhentian di stasiun-stasiun di luar pelabuhan akan menguntungkan perusahaan-perusahaan transshipment.

Angkutan barang dengan kereta api ke Pelabuhan Belawan, paparnya, akan sangat menguntungkan bagi perusahaan pengguna jasa karena perusahaan harus menempuh waktu sekitar 7-8 jam dengan menggunakan jalur darat.

 

(Bisnis)