Pembukaan Porprov Riau akan Meriah, Bupati Azis Ingatkan Pelayanan Publik Tak Terganggu

by
EKONOMIPOS.COM (EPC), BANGKINANG – Kampar akan disibukkan dengan perhelatan akbar Pekan Olahraga Provinsi Riau IX tahun 2017. 
Bupati Kampar, Azis Zaenal menegaskan bahwa penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Riau IX tahun 2017 tidak akan mengganggu pelayanan masyarakat.
Dia juga mengimbau masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) memberi dukungan iven akbar di Provinsi Riau tersebut.
Azis menyampaikan pesan khusus kepada ASN. “Ayo dukung Porprov. Gimana bentuk dukungannya, nggak jelas. Yang jelas, datang dan ramaikan,” kata dia, Senin (23/10/2017).
Azis meminta Sekretaris Daerah, Yusri memberi dispensasi bagi ASN yang ikut meramaikan Porprov dalam jam kerja. Namun, ia menegaskan, Porprov tidak mengganggu pelayanan publik.
“Pelayanan publik tetap jalan,” tegas Azis. 
Ia menjelaskan, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah diminta mengatur petugas pelayanan publik agar kantor tidak kosong.
“Jangan pula kantor sampai kosong. Jangan nanti ada yang mau bayar pajak, tapi di kantor nggak ada orang,” ujar Azis.
Sementara, acara pembukaan yang dijadwalkan Sabtu (28/10) akan dimeriahkan dengan pertunjukan drama kolosal menggambarkan cerita sejarah Kampar lintas zaman.
Abdul Latif Hasyim, budayawan Kampar, mengungkapkan, pertunjukan seni berupa drama musikal dimainkan oleh hampir 400 orang dengan berbagai peran. “Pertunjukan menggambarkan sejarah kebesaran Melayu Tua,” kata dia.
Latif adalah artistik penyusun cerita drama bersama rekannya Sudirman Agus. Menurut dia, cerita diawali dari peradaban Kerajaan Sriwijaya atau lebih populer disebut dengan Kerajaan Melayu Ketangka sekitar Abad V.
“Dimana negeri makmur, subur, sejahtera. Raja memimpin dengan bijaksana,” ujar Latif. Kala itu, Sriwijaya juga tempat belajar berbagai bangsa. Mulai dari Asia bahkan berbagai belahan dunia.
Menurut dia, pusat peradaban itu adalah Candi Muara Takus yang hingga kini masih berdiri kokoh di Kecamatan XIII Koto Kampar. Pertunjukan juga menampilkan Kapal Pencalang. Kapal berbentuk naga sehingga disebut juga perahu naga. (*)