Petani Kampar Resah, Penyakit Era 80-an Kembali Serang Jeruk Kuok

by

BANGKINANG – Di tengah menggeliatnya potensi jeruk di Kuok, Kampar, para petani justru harus menghadapi serangan penyakit. Seperti terjadi di Desa Pulau Belimbing, salah satu daerah pusat jeruk. Petani mengeluhkan batang jeruk seperti berkerak.

“Batangnya rusak. Terus diikuti daun dan buahnya gugur. Pada akhirnya tanaman jeruk kemudian mati,” kata Kepala Dinas Pertanian, Hendry Dunan Nasution, Minggu (14/1).

Menurut Hendry, bahkan tanaman lain di sekitarnya juga terancam ikut terjangkit penyakit ini. Sayangnya, penyakit ini tidak dapat diobati. Dia menjelaskan, dari ciri-ciri pada tanaman yang terserang, penyakit sementara ini disebut dengan Diplodia atau Botryodiplodia Theobromae Pat.

Penyakit ini dibedakan dua jenis, basah dan kering. Hendry belum bisa memastikan jenisnya. Dikatakan dia, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium. Sampel berupa batang, daun dan buah sudah dibawa ke laboratorium.

Ia mengemukan, penyakit bisa disebabkan beberapa faktor. Terutama kebersihan lingkungan sekitar lahan pertanian. Di samping itu, tanaman bisa saja sudah terjangkit sejak masih bibit.

“Seperti kita (manusia) terinfeksi penyakit, kan nggak langsung terlihat. Mungkin bisa beberapa tahun lagi. Jadi bisa saja salah dalam pemilihan bibit,” kata Hendry.

Itulah sebabnya, kata dia, perlu kehati-hatian memilih bibit. Bibit dari karantina sangat dianjurkan.

Lebih lanjut Hendry Dunan menjelaskan, penyakit Diplodia itu pernah menyerang dan menghacurkan sentra jeruk di Kabupaten Kampar pada tahun 1980-an. Kejadian ini mengulang runtuhnya kejayaan Jeruk Kuok.

“Inilah penyakit Diplodia yang menghancurkan jeruk Kuok pada tahun 80-an itu,” kata Hendry.

Diplodia memang penyakit utama pada tanaman jeruk. Penyakit yang menyerang hampir semua bagian tanaman ini bisa menular ke tanaman jeruk lain.

Hendry mengatakan, upaya penanganan untuk membasmi penyakit ini hanya dengan eradikasi. Merujuk kamus istilah pertanian yang diakses secara daring, eradikasi adalah pemusnahan total tanaman yang terserang penyakit ataupun seluruh tumbuhan inang untuk membasmi suatu penyakit. (*)