Pemprov Jambi Temukan Gudang Pengolahan Daging Babi Dan Celeng Ilegal.

by

EKONOMIPOS.COM (EPC), JAMBI – Temuan sebuah gudang yang menjadi pengolahan daging babi dan celeng ilegal membuat Pemprov Jambi turun tangan turun tangan.

Wali Kota Jambi Sy Fasha meminta masyarakat di daerahnya agar tetap tenang dan tidak resah setelah ditemukannya gudang pengolahan daging babi/celeng ilegal yang beroperasi di kota itu.

Usai menutup program pesantren kilat di Jambi, Minggu (12/6/2016), Fasha mengatakan penjualan daging babi tersebut sudah ada pasarnya tersendiri baik saat diedarkan di Kota Jambi maupun di luar daerah.

“Masyarakat kami minta untuk tidak resah ataupun khawatir dengan peredaran daging babi di Jambi, karena seperti itu pemasarannya tersendiri. Mereka sudah ada pelanggannya sendiri yang memang dari kalangan non Muslim,” katanya.

Menurutnya, peredaran daging babi di Kota Jambi sudah ada pembeli dan pelanggan tetap. Sehingga pihaknya dapat memastikan tidak tercampur dengan daging sapi atau kerbau yang dijual di pasaran.

“Kami berharap kepada pedagang untuk tidak melakukan pengoplosan. Meskipun memang kita akui harga daging sapi saat ini cukup mahal, namun jangan memanfaatkan kondisi ini dengan melakukan pengoplosan,” tegasnya.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk lebih waspada lagi serta melakukan pengawasan dengan lebih ketat lagi,” katanya menambahkan.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Peternakan Perikanan dan Kehutanan (DP3K) kota setempat, Said Abu Bakar memastikan bahwa daging babi tersebut tidak masuk ke pasar tradisonal.

“Kami juga terus melakukan uji sampel daging di laboratorium dari pedagang, dan juga penjual bakso dan hasilnya nihil,” kata Said.

Menurutnya, jual beli daging celeng ilegal sudah terjadi sejak lama. Bahkan orang yang sama juga pernah tertangkap di Lampung karena daging yang mereka bawa tidak dilengkapi dokumen.

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak tergiur dengan harga daging yang murah. Dan juga dapat mengenali ciri daging itu asli daging sapi atau babi, biasanya bisa kita kenali lewat baunya. Daging babi lebih anyir baunya,” katanya menjelaskan.

Masyarakat juga perlu berhati-hati dengan pedagang daging yang menjual ke rumah-rumah. Apalagi dengan menawarkan harga yang lebih murah. “Kalau di pasar kita tidak khawatir, tapi yang kita khawatirkan itu kalau di jual ke rumah-rumah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi Komari, mengatakan pihaknya bersama dengan tim terpadu yang terdiri dari BPOM, YLKI, Satpol PP, Kepolisian, dan Bagian Perekonomian serta Dinas Peternakan Kota Jambi akan bersama-bersama turun guna melakukan pengawasan yang lebih ketat.

Pihaknya bersama dengan tim terpadu akan segera turun menyikapi temuan daging babi ilegal seberat empat ton di wilayah Kota Jambi pada Sabtu (11/6).

“Selain mengecek harga sembako, kami juga akan turun ke pedagang daging, ini guna memastikan daging babi tidak beredar di pasaran,” kata Komari. (kabar24)