• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Berikut Saham Pilihan pada 2015

05/01/2015
Share on FacebookShare on Twitter

infrastrukturEkonomiPos.com – Penguatan IHSG ini ditopang oleh sejumlah sektor saham antara lain sektor saham properti, real estate, dan konstruksi, keuangan, dan infrastruktur. Sektor saham itu masing-masing tumbuh 55,76 persen, 35,41 persen, dan 24,71 persen.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo menuturkan, adanya harapan pelaku pasar terhadap program pemerintah Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun infrastruktur telah memberikan sentimen positif ke sektor saham konstruksi. Ia pun memprediksikan, sektor saham konstruksi ini terus berlanjut pada 2015.

Sektor Saham Konstruksi dan Keuangan Masih Jadi Pilihan

Hal itu juga diamini sejumlah analis. Analis PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menuturkan, sektor saham konstruksi, consumer goods, infrastruktur, keuangan dan perkebunan masih jadi pilihan pada 2015.

Program pembangunan infrastruktur pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) diharapkan memberikan pengaruh positif untuk sektor saham tersebut. Apalagi kalau program pembangunan infrastruktur itu benar-benar direalisasikan oleh pemerintah.

“Karena masih ada pertumbuhan dan permintaan apalagi konstruksi, dan benar program pemerintah Jokowi-JK berjalan mereka yang kena dampaknya,” ujar  Reza, saat dihubungi Liputan6.com, yang ditulis Senin (5/1/2015).

Analis PT First Asia Capital, David Sutyanto mengatakan, terlepas dari kinerja sektor konstruksi kurang baik pada 2014 namun prospeknya masih baik. Hal itu seiring pembangunan pembangunan yang dilakukan pemerintah baru.

“Akan tetapi sektor ini punya tantangan mulai dari kenaikan upah tenaga kerja, rendahnya penyerapan anggaran dan nilai tukar rupiah melemah,” kata David.

Untuk saham pilihan sektor konstruksi seperti saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT PP Tbk (PTPP), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), dan PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA). Sedangkan Reza memilih saham grup WIKA dan PTPP.

Untuk sektor properti, Reza menilai,suku bunga acuan yang mencapai 7,75 persen tidak terlalu mempengaruhi permintaan perumahan. Menurut Reza, kenaikan suku bunga KPR juga hanya berimbas ke golongan tertentu di masyarakat.

Untuk menyiasati suku bunga acuan itu, Reza mengatakan, beberapa pengembang juga memilih proyek-proyek yang ada recurring incomenya biar tidak terhambat dengan aturan loan to value (LTV) dan KPR dengan membangun apartemen, hotel budget, mal dan rumah sakit.

Untuk sektor saham properti, Reza memilih saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), grup Ciputra, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK).

Dengan pertumbuhan sektor konstruksi dan properti itu diharapkan juga mendorong permintaan semen. David mengatakan, penurunan harga minyak dunia juga menguntungkan sektor ini karena sudah menggunakan BBM industri. Selain itu, hasil dari ekspansi para emiten semen akan membuahkan hasil pada 2015.

Tak hanya itu, sektor saham perbankan juga masih menjadi pilihan pelaku pasar. David menilaim meski, sektor ini mengalami aksi jual investor asing, perbankan masih memilki potensi yang besar,

Adanya peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai tingkat bunga maksimal memberikan proteksi bagi kesehatan perbankan. Selain itu, meski melambat, kredit masih mengalami pertumbuhan.

“Proyeksi pertumbuhan kredit perbankan sekitar 13 persen-15 persen pada 2015. Dengan optimisme baru dari pemerintahan baru, maka sektor ini siap melangkah jauh,” ujar David.

David pun merekomendasikan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Dampak Penyesuaian Harga BBM ke Sektor Saham

Reza menilai, penyesuaian harga BBM bersubsidi tidak berpengaruh ke sektor saham tetapi ke Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). “Kalau ke perusahaan tidak terlalu banyak pengaruh karena biasanya menyesuaikan harga kalau harga BBM naik. Kalau harga BBM turun belum pengusaha di sektoral mau menurunkan harga jua,” kata Reza. (Ahm/liputan6)

Share76Tweet48

Kabar Terkait

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Jasa Raharja Riau dan Tim Pembina Samsat Lakukan Rapat Koordinasi Perizinan Angkutan Umum
Berita

Jasa Raharja Riau dan Tim Pembina Samsat Lakukan Rapat Koordinasi Perizinan Angkutan Umum

06/10/2026
Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci
Finance

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

05/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version